Sebagai lembaga pendidikan Islam yang berorientasi pada mutu dan kemajuan, SMP Islam Al Azhar 46 Pati secara konsisten mengembangkan model pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai landasan utama. Sejak tahun 2019, sekolah ini telah mengimplementasikan pembelajaran berbasis iPad secara menyeluruh (100%), menjadikannya salah satu sekolah menengah pertama Islam yang visioner dalam transformasi digital pendidikan.
Penerapan iPad sebagai perangkat utama pembelajaran bukanlah keputusan instan, melainkan hasil dari perencanaan strategis yang matang dan berkelanjutan. Selama 7 tahun pelaksanaan, penggunaan iPad di SMP Islam Al Azhar 46 Pati menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dan konsisten. Pada awal implementasi tahun 2019, jumlah iPad yang digunakan tercatat sebanyak 22 unit. Seiring dengan meningkatnya kepercayaan, kesiapan sumber daya manusia, serta kebutuhan pembelajaran abad ke-21, jumlah tersebut terus bertambah hingga pada tahun ini mencapai 107 iPad, yang digunakan oleh 95 murid dan 10 guru.
Muhammad Luqman Hakim, S.S.Gr., merupakan putra asli Kabupaten Pati yang memiliki kecintaan mendalam terhadap dunia pendidikan dan perkembangan anak. Sejak awal kariernya, beliau meyakini bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan ikhtiar membentuk karakter, akhlak, dan cara berpikir generasi masa depan. Keyakinan inilah yang mengantarkannya mendedikasikan diri sepenuhnya di dunia pendidikan selama lebih dari 10 tahun.
Pengalaman panjang tersebut membentuk sosok beliau sebagai pendidik yang tidak hanya memahami aspek akademik, tetapi juga kebutuhan emosional, sosial, dan spiritual peserta didik. Dalam setiap peran yang dijalani, beliau dikenal sebagai figur yang dekat dengan siswa, terbuka terhadap gagasan baru, serta konsisten menanamkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Pandangan Muhammad Luqman Hakim terhadap pendidikan berakar pada prinsip bahwa sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang aman, menyenangkan, dan menantang. Menurut beliau, pendidikan ideal adalah pendidikan yang mampu menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pembentukan karakter, adab, serta kepekaan sosial. Ia meyakini bahwa anak-anak harus dipersiapkan untuk hidup di era global tanpa kehilangan jati diri sebagai insan beriman dan berakhlak mulia.
Sebagai Kepala SMP Islam Al Azhar 46 Pati, beliau memiliki cita-cita besar untuk menjadikan sekolah ini sebagai lembaga pendidikan Islam yang berwawasan global. Cita-cita tersebut diwujudkan melalui penguatan budaya literasi, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, serta pembiasaan nilai-nilai kepemimpinan dan kemandirian pada peserta didik. Dengan visi tersebut, beliau berharap SMP Islam Al Azhar 46 Pati mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter kuat, adaptif terhadap perubahan zaman, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.
Dedikasi, visi, dan ketulusan beliau menjadi fondasi penting dalam upaya membersamai SMP Islam Al Azhar 46 Pati sebagai sekolah unggul yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberi makna bagi masyarakat dan dunia pendidikan secara luas.
Terwujudnya Sekolah Islam SMART (Social, Modern, Academic, Religious, Technology) Menuju Insan Izzul Islam Wal Muslimin
Dalam konteks pedagogis, iPad tidak diposisikan sekadar sebagai alat bantu, melainkan sebagai media utama pembelajaran yang terintegrasi dengan kurikulum sekolah. Proses belajar mengajar dirancang untuk mendorong peserta didik menjadi pembelajar aktif (active learners), mampu berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Melalui iPad, guru dapat mengimplementasikan berbagai pendekatan pembelajaran modern, seperti project-based learning, problem-based learning, dan differentiated instruction, yang selaras dengan tuntutan kompetensi abad ke-21.
Beragam aplikasi pembelajaran dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung capaian akademik dan pengembangan keterampilan peserta didik. Aplikasi Pages digunakan untuk melatih keterampilan literasi, penulisan ilmiah sederhana, dan penyusunan laporan. Numbers dimanfaatkan dalam pembelajaran numerasi, pengolahan data, dan analisis statistik dasar. Keynote mendukung pengembangan kemampuan presentasi, komunikasi visual, dan penyampaian gagasan secara sistematis. Freeform berperan sebagai ruang kolaboratif digital yang mendorong eksplorasi ide, diskusi, dan pemetaan konsep secara kreatif. Sementara itu, Swift Playgrounds digunakan untuk memperkenalkan dasar-dasar pemrograman, logika algoritmik, serta berpikir komputasional sejak dini. Berbagai aplikasi pendukung lainnya turut digunakan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan peserta didik.
Untuk tingkat SMP, Swift Playgrounds bukan sekadar “main game”, melainkan gerbang menuju computational thinking (berpikir komputasi). Berikut adalah fokus utamanya:
Penerapan Kurikulum “Everyone Can Code”: Apple merancang kurikulum ini agar pemrograman terasa inklusif. Siswa tidak langsung mengetik kode yang membosankan, melainkan memecahkan teka-teki logika terlebih dahulu.
Pengenalan Bahasa Swift Sejak Dini: Swift adalah bahasa pemrograman modern yang aman, cepat, dan digunakan oleh perusahaan besar (seperti Instagram, Airbnb, dan Tokopedia). Dengan mempelajarinya di tingkat SMP, siswa sudah memiliki fondasi untuk menjadi app developer di masa depan.
Interaktivitas dengan iPad: Karena sekolah Anda menggunakan ekosistem Apple, Swift Playgrounds memungkinkan siswa belajar secara mobile. Mereka bisa belajar di mana saja, tidak terpaku di lab komputer.
Biasanya, dalam kurikulum Swift Playgrounds untuk tingkat menengah, siswa akan melewati tahapan berikut:
Fundamentals (Dasar-Dasar): Mempelajari Commands (perintah), Functions (fungsi), For Loops (perulangan), dan Conditional Code (logika If-Else).
Logic & Debugging: Melatih ketelitian siswa untuk mencari kesalahan dalam kode (debugging) ketika karakter Byte tidak sampai ke tujuan.
App Design (Prototyping): Di tahap yang lebih lanjut, siswa mulai belajar cara mengatur antarmuka aplikasi (UI) menggunakan SwiftUI, yang merupakan teknologi terbaru Apple untuk membuat tampilan aplikasi yang cantik dengan sedikit kode.
Sebagai guru KKA dan IT Admin, Anda pasti melihat bahwa alat ini sangat membantu transisi siswa dari coding blok (seperti Scratch) ke text-based coding (coding berbasis teks).
Keuntungannya bagi siswa SMP Al Azhar 46 adalah:
Kesiapan Karir: Mereka lebih siap saat masuk SMA (terutama di kelas KKA Anda) karena sudah paham logika dasar.
Kreativitas: Mereka bisa membuat proyek nyata, bukan sekadar teori di buku.
Procreate adalah aplikasi digital illustration (ilustrasi digital) paling populer di dunia yang dirancang khusus untuk iPad. Berbeda dengan aplikasi desain di PC yang rumit, Procreate sangat intuitif karena didesain untuk digunakan bersama Apple Pencil.
Sistem Layer (Lapisan): Siswa belajar mengorganisir gambar dalam lapisan-lapisan, mirip seperti cara kerja profesional di industri desain.
Brush Engine: Tersedia ratusan jenis kuas (pensil, cat air, arang, hingga tinta) yang sangat responsif terhadap tekanan Apple Pencil.
Time-lapse Replay: Fitur ini secara otomatis merekam proses menggambar dari awal sampai akhir dalam format video pendek. Ini sangat bagus untuk tugas sekolah agar guru bisa melihat proses kreatif siswa.
Animation Assist: Selain menggambar diam, siswa bisa membuat animasi 2D sederhana (GIF) langsung di aplikasi ini.
Industri Kreatif Realistis: Procreate digunakan oleh ilustrator profesional di Pixar, Marvel, dan Disney. Dengan mempelajari ini sejak SMP, siswa Al Azhar sudah menggunakan alat yang sama dengan para profesional.
Paperless (Ramah Lingkungan): Siswa tidak perlu lagi membeli banyak cat, kanvas, atau kertas yang boros. Semua media seni ada di dalam satu genggaman iPad.
Integrasi dengan KKA: Hasil gambar dari Procreate bisa diekspor ke Swift Playgrounds untuk dijadikan aset gambar atau ikon di aplikasi yang sedang mereka buat. Ini adalah integrasi antara Art dan Coding (STEAM).